Random Thoughts

Jika kamu urang sunda atau pernah tinggal di tatar Sunda pasti pernah denger istilah: HARDOLIN. Sebuah istilah yang biasanya dipake buat nyindir seseorang yang pemalas alias gak ada kerjaan. Secara etimologis istilah HARDOLIN berasal dari singkatan DAHAR (artinya makan), MODOL (artinya Buang Hajat) dan ULIN (artinya main/nongkrong). Nah kalo secara terminologis ialah sifat seseorang yang males ngelakuin apa-apa yang positif misalnya belajar atau kerja dan lebih senang nyantai-nyantai sehingga kasarnya kerjaan dia cuman makan, boker dan nongkrong.

Istilah HARDOLIN pertama kali gue denger ya pas gue masih kecil, sekitar tahun 80an. Perlu kajian antropologis lebih lanjut memang untuk memastikan, siapa tahu istilah ini udah ada sejak jaman Belanda atau bahkan sejak jaman Pithecantropus Erectus. Sering kali kata ini diucapkan oleh orang tua yang ngeliat anaknya males disuruh ini itu, “Dasar sia mah HARDOLIN!” seperti itu kira-kira.

Nah, ternyata istilah HARDOLIN ini juga masih relevan buat jaman sekarang. Jaman dimana gadget gak bisa dipisahkan dari keseharian kita. Apalagi akses internet makin mudah dan murah. Kondisii ini bisa membuat kita tanpa sadar telah menjadi pribadi yang HARDOLIN. Tapi bukan HARDOLIN yang DAHAR, MODOL, ULIN tapi menjadi tipe HARDOLIN yang DAHAR, MODOL, ONLINE.

Terus gimana cirinya orang HARDOLIN di era teknologi komunikasi ini? Nah, kalo keseharian lo males ngapa-ngapain terus dari bangun ampe tidur lagi terus ONLINE pake gadget itu bisa jadi lo udah terserang tabiat HARDOLIN. Hampir setiap saat selalu ONLINE. Mulai dari ngecek e-mail kerjaan, stalking gebetan atau mantan di sosial media hingga beli celana dalam di online store. Lebih parah lagi, saat kita ngumpul bareng temen atau keluarga, fokus kita tetep aja k gadget kita dan beronline ria.

Semoga kita bukan menjadi kaum yang HARDOLIN dan kalaupun ONLINE bisa digunain sesuatu yang lebih positif.

Ya gitu aja deh sekilas obrolan gak jelas tentang HARDOLIN…. Gak usah dipikirin terlalu dalam…

Random Thoughts

Pernahkah kamu membayangkan… bisa buang hajat sambil menikmati sejuknya semilir angin dan pemandangan sekitarmu? Merem-melek menikmati sensasi mules sambil mendengarkan kicau burung yang berloncatan di dahan pohon. Atau menghisap dalam rokok kretekmu dan menghembuskan perlahan ke angkasa sementara kenalpotmu pun menelorkan pupuk organik ke bawah sana. Ya sensasi itu bisa kamu nikmati di tempat bernama pacilingan. Sayangnya, kini eksistensi pacilingan semakin tergerus seiring raibnya empang di sekitar kita.

Lalu apa sebenarnya paciingan? Ya, buat kamu yang bukan orang sunda mungkin akan asing dengan kata pacilingan. Namun buat masyarakat sunda di priangan timur tempat ini pernah menjadi salah satu spot nongkrong favorit. Di sini lah orang-orang menumpahkan unek-unek isi perutnya alias buang hajat bin boker bin beol bin ngising.

Lalu apa keistimewaan pacilingan sehingga menjadi tempat poop yang digandrungi? Tak lain dan tak bukan karena pacilingan biasanya terletak di outdoor. Biasanya di atas empang atau pinggir sungai. Alhasil, pacilingan bisa memberikan pengalaman buang hajat yang lain dari closet konvensional. Karena letaknya di outdoor, sambil beol kamu bisa menikmati lembutnya angin sepoy-sepoy juga menikmati indahnya pemandangan sekitarmu. Apalagi kalau pacilingan nya di atas empang yang banyak ikannya. Asik sekali melihat ikan yang sangat antusias berebutan bom atom yang kamu cemplungkan ke sana.

Sungguh! Pacilingan adalah tempat poop berkonsep alam. Gimana tidak, bom atom yang kita jatuhkan langsung nyemplung ke alam dan raib entah itu dimangsa ikan yang pada gragas atau hanyut bersama aliran angin sungai.

Mungkin cuman satu kelemahan pacilingan. Gak ada air buat cebok. Jadi kalo biar bisa cebok pas masuk pacilingan harus bawa seember air. Sayangnya ga semua pijakan pacilingan bisa buat naroh ember, karena cuman terbuat dari satu atau dua batang kayu/bambu. Alhasil kalo gak bisa bawa ember ke dalam pacilingan, buat cebok kamu harus keluar dulu dari pacilingan dengan berjalan ngangkang mencari sumur atau pancuran dekat situ. Konsekuensinya adalah kamu harus jalan ngangkang dengan cepat karena kalo jalan normal kopet (sisa tokai yang menempel di anus) bisa keburu kering. Selain jalan harus ngangkang, kamu juga harus menutup si otong dan megangin kolor agar gak merosot. Coba bayangin kalo jarak antara pacilingan dan sumur tempat cebok itu 10 km, bisa-bisa kopet udah menyatu dengan daging pantat.

Seiring dengan pesatnya pembangunan, empang-empang pun banyak yang menjelma jadi rumah atau gedung. Dengan menyurutnya jumlah empang, pacilingan pun sekarang berada di ambang kepunahan. Orang-orang sekarang sudah memiliki WC di rumahnya masing-masing.

Meskipun Pacilingan kini telah kalah pamor oleh WC duduk, namun eksotisme buang hajat di sana tak kan terlupakan. Jika kamu pernah beol di pacilingan, berarti kamu pernah merasakan salah satu nikmatnya sorga dunia.

Follow my twitter: @arespendil

 

 

Random Thoughts

Tongsis belakangan ini telah menjadi salah satu aksesoris wajib buat mereka yang suka berfoto narsis. Namun ternyata barang keren ini ga semua orang bisa memilikinya karena alasan harganya yang lumayan cukup mahal.

Berikut beberapa inspirasi tongsis murah tapi keren abis yang bisa kamu bikin sendiri di rumah. Seperti apa? Silahkan lihat aja beberapa tongsis keren hasil kreatifitas beberapa orang berikut ini:

Buat kamu yang suka berpetualang atau pecinta alam, gaya Tongsis yang dari balok kayu ini keren juga buat lo. Selain terlihat GO Green juga membuat kamu keliatan gagah.

Nah, yang ini lain lagi. KULSIS alias Cangkul Narsis pasti cocok buat yang suka bertani atau kerja yang berhubungan dengan percangkulan.

Musim hujan atau suka jalan di bawah terik matahari, YUNGSIS atau Payung Narsis sepertinya cocok sebagai Tongsis kamu

Buat kamu pecinta kebersihan, Tongsis model ini pasti pantas buat kamu…

Punya ide tongsis murah meriah yang lebih gokil? silahkan mention aja @arespendil di twitter 😀

Random Thoughts

Kalo kamu suka Electronic Music Dance (EDM) pastinya tahu minimal pernah denger genre-genre kayak House, Trance, Techno, hingga Dubstep. Tapi tahu gak ada sebuah aliran musik dugem yang katanya asli Indonesia dan udah mulai merambah ke Jepang? Orang sering bilang musik ini dengan sebutan FUNKOT alias Funky Kota, atau juga suka disebut House Kota.

 

Nah video ini adalah salah satu bukti kalo FUNKOT udah merambah Jepang. Seorang DJ Jepang bernama DJ Jet Baron, membawa FUNKOT dari tempat kelahirannya di sekitar Glodok Jakarta ke Negeri Sakura. Lagunya yang berjudul “FUNKOT ANTHEM” yang menceritakan tentang FUNKOT bener-bener ajib! Cekidot aja, Gan!

DJ Jet Baron di Acid Panda Cafe, Jepang

Apa itu Funkot? Banyak yang bilang aliran musik ini dipelopori oleh sebuah Club di Jakarta bernama Millenium. Di awal taun 2000 an para remixer Indonesia mulai bereksperimen dengan beat alhasil jadilah Electro Music Dance yang berbeda dari genre yang lain terutama yang ada di luar Indonesia. Dari sini genre baru ini mulai menyebar dan lambat laun jadi nge-hits di club-club sekitaran Kota.

 

Tapi kenapa aliran ini dinamain Funky Kota atau House Kota, bukan Funky Indonesia atau House Indonesia? Hmmm…. Kasus penamaan bisa jadi hampir mirip dengan kasus asal muasal penamaan buyutnya Funkot itu sendiri yaitu House Music.

Konon kenapa musik ajeb-ajeb dinamain House Music, karena musik kayak gini dulu di awal tahun 80an diperkenalkan dan sering diputer oleh DJ Frankie Knuckles di sebuah nightclub di Chicago bernama The Warehouse. House music sendiri lahir setelah dance music yang nge-hits di tahun 70an hingga 80an awal, yaitu Disco, hancur luluh lantah tak bersisa sehabis sebuah peristiwa bertajuk Disco Demolition Night. Dari situlah orang kemudian menyebut dance music yang berbeda dengan Disco, Electro pop, Italo Disco, Electro Funk tersebut dengan sebutan “House Music”

Setali tiga uang, dengan penamaan Funkot atau House Kota. Ini karena dulu cuman club atau diskotek sekitaran wilayah Kota (dari Harmoni hingga sekitaran Mangga Besar) yang banyak muterin lagu kayak gini. Soalnya club di sekitaran Jakarta Selatan (Kemang, Senayan dan sekitarnya) banyak yang “mengharamkan” musik kayak gini nongol di dance floor mereka.

Sayangnya meski udah merambah Jepang, kepopuleran Funkot di tanah kelahirannya, Jakarta, mulai memudar. Di tahun 2014an udah mulai jarang club-club besar sekitar Kota yang masih memainkan Funkot di dance floor mereka.

Ada yang bilang alasan kenapa Funkot mulai ditinggalkan karena musiknya udah ga jelas. Udah kebanyakan unsur dangdut. Memang sih di tahun 2000an muncul aliran Dangdut Koplo yang dimotori oleh musisi dangdut Pantura Jawa Timur. Dangdut Koplo ini merupakan mutasi dari Musik Dangdut setelah Era Dangdut Campursari yang bertambah kental irama tradisionalnya dan dengan ditambah dengan masuknya Unsur Seni Musik Kendang Kempul yang merupakan Seni Musik dari daerah Banyuwangi Jawa Timur dan irama tradisional lainya seperti Jaranan dan Gamelan.

Dengan kesuksesan Funkot memecagkan dance floor, nampaknya menginspirai musisi dangdut untuk memasukan unsur Funkot ke dangdut tertutama Koplo yang beat nya kenceng kayak Funkot. Di tahun 2006an, SMS, lagu dangdut yang mengadopsi gaya Funkot meledak dan menjadi fenomena. Selepas itu makin banyak lagu-lagu dangdut yang diaransemen dengan gaya Funkot seperti lagu Cinta Satu Malam yang juga jadi top hits. Kayaknya dari lagu SMS lah yang membuat sound khas Funkot merambah jalur mainstream yang tadinya boleh dibilang sebagai music underground yang dimainkan di club-club saja.

Namun kesuksesan lagu SMS atau Cinta Satu Malam membuat Funkot dimata orang awam menjadi identik dengan dangdut. Bahkan mereka menyebut Funkot sebagai musik Pantura.  Selain itu banyaknya remixer yang me-remix lagu-lagu pop Indonesia dan memasukkan unsur dangdut dipercaya beberapa DJ menjadi alasan lain kenapa Funkot mulai kehilangan kharisma dan secara sound dinilai gak asik lagi di mata para DJ dan club-club besar sekitaran Kota. Lambat laun kejayaan Funkot pun mulai memudar di dance floor club.

Meski Funkot udah mulai banyak ditinggalkan, namun genre baru yang boleh dibilang anak dari Funkot muncul. DJ dan anak dugem Kota biasanya nyebutnya dengan Breakbeat. Meski dinamain genre breakbeat tapi gaya musik breakbeat yang satu ini berbeda dengan breakbeat yang ada di luaran sana, makanya ada yang nyebut juga genre ini dengen sebutan Breakbeat Kota. Ada yang bilang Breakbeat Kota adalah Funkot yang dipelanin temponya karena secara pola beat hampir sama cuman temponya lebih pelan.

Seiring dengan memudarnya kharisma Funkot, kini Breakbeat ala Kota mulai mengambil hegemoni Funkot di club-club sekitaran Kota dan beberapa daerah di Indonesia. Dan gak tau akan bertahan sampai kapan….

Ya udah, gitu aja dulu ya cerita tentang FUNKOT nya mendingan sekarang langsung goyang aja. Eh, sebelum goyang ada yang lupa… “DJ matiin lampunya sebentar dooooooooong!!!!”

Tariiiiik mang!

 

Buat yang tahu info lebih dan mau meluruskan sejarah tentang FUNKOT silahkan mention aja gue @arespendil di twitter.