Random Thoughts

Pernahkah kamu membayangkan… bisa buang hajat sambil menikmati sejuknya semilir angin dan pemandangan sekitarmu? Merem-melek menikmati sensasi mules sambil mendengarkan kicau burung yang berloncatan di dahan pohon. Atau menghisap dalam rokok kretekmu dan menghembuskan perlahan ke angkasa sementara kenalpotmu pun menelorkan pupuk organik ke bawah sana. Ya sensasi itu bisa kamu nikmati di tempat bernama pacilingan. Sayangnya, kini eksistensi pacilingan semakin tergerus seiring raibnya empang di sekitar kita.

Lalu apa sebenarnya paciingan? Ya, buat kamu yang bukan orang sunda mungkin akan asing dengan kata pacilingan. Namun buat masyarakat sunda di priangan timur tempat ini pernah menjadi salah satu spot nongkrong favorit. Di sini lah orang-orang menumpahkan unek-unek isi perutnya alias buang hajat bin boker bin beol bin ngising.

Lalu apa keistimewaan pacilingan sehingga menjadi tempat poop yang digandrungi? Tak lain dan tak bukan karena pacilingan biasanya terletak di outdoor. Biasanya di atas empang atau pinggir sungai. Alhasil, pacilingan bisa memberikan pengalaman buang hajat yang lain dari closet konvensional. Karena letaknya di outdoor, sambil beol kamu bisa menikmati lembutnya angin sepoy-sepoy juga menikmati indahnya pemandangan sekitarmu. Apalagi kalau pacilingan nya di atas empang yang banyak ikannya. Asik sekali melihat ikan yang sangat antusias berebutan bom atom yang kamu cemplungkan ke sana.

Sungguh! Pacilingan adalah tempat poop berkonsep alam. Gimana tidak, bom atom yang kita jatuhkan langsung nyemplung ke alam dan raib entah itu dimangsa ikan yang pada gragas atau hanyut bersama aliran angin sungai.

Mungkin cuman satu kelemahan pacilingan. Gak ada air buat cebok. Jadi kalo biar bisa cebok pas masuk pacilingan harus bawa seember air. Sayangnya ga semua pijakan pacilingan bisa buat naroh ember, karena cuman terbuat dari satu atau dua batang kayu/bambu. Alhasil kalo gak bisa bawa ember ke dalam pacilingan, buat cebok kamu harus keluar dulu dari pacilingan dengan berjalan ngangkang mencari sumur atau pancuran dekat situ. Konsekuensinya adalah kamu harus jalan ngangkang dengan cepat karena kalo jalan normal kopet (sisa tokai yang menempel di anus) bisa keburu kering. Selain jalan harus ngangkang, kamu juga harus menutup si otong dan megangin kolor agar gak merosot. Coba bayangin kalo jarak antara pacilingan dan sumur tempat cebok itu 10 km, bisa-bisa kopet udah menyatu dengan daging pantat.

Seiring dengan pesatnya pembangunan, empang-empang pun banyak yang menjelma jadi rumah atau gedung. Dengan menyurutnya jumlah empang, pacilingan pun sekarang berada di ambang kepunahan. Orang-orang sekarang sudah memiliki WC di rumahnya masing-masing.

Meskipun Pacilingan kini telah kalah pamor oleh WC duduk, namun eksotisme buang hajat di sana tak kan terlupakan. Jika kamu pernah beol di pacilingan, berarti kamu pernah merasakan salah satu nikmatnya sorga dunia.

Follow my twitter: @arespendil

 

 

Review and Report

Buat yang suka wisata kuliner kayaknya perlu nyobain Rijsttafel, acara makan-makan ala jaman kolonial Hindia Belanda. Makanannya sih makanan pribumi biasa cuman cara penyajiannya yang unik dimana para jongos (yang bisa sampe puluhan orang) berduyun-duyun dan berurutan menyuguhkan satu per satu lauk inilah yang bikin Rijsttafel bener-bener berbeda dari wisata kuliner lainnya.

Oke sebelum bercerita banyak tentang serunya Rijsttafel, kita tengok dulu yuk sekilas sejarah Rijsttafel itu sendiri. Kata Rijsttafel berasal dari kata dalam bahasa belanda, rijst yang berarti nasi dan tafel yang berarti meja. Secara harfiah rijsttafel berarti meja nasi, jadi maksutnya nasi beserta lauk pauk dan sayur mayur yang dihidangkan bersamaan dalam satu meja.

Rijsttafel sendiri pada dasarmya sama dengan konsep penyajian makanan lengkap sesuai tata cara perjamuan resmi ala Eropa, yang diawali dengan makanan pembuka (appetizer), lalu makanan utama, dan diakhiri dengan makanan penutup. Cuman uniknya yang dihidangkan bukan masakan Eropa melainkan masakan Indonesia. Nah kenapa bisa gitu ya?

Konon gaya makan ala Rijsttafel ini embrio-nya muncul abad 19. Saat itu pria-pria  belanda yang datang ke koloni Hindia Belanda biasanya tanpa anak dan istri mereka. Alhasil mereka kesusahan untuk bisa makan masakan Eropa karena jarang wanita Eropa yang ada di Hindia Belanda. Gak ada yang masakin masakan Eropa. Kalaupun bisa masak nampaknya susah soalnya langkanya bahan-bahan makanan Eropa karena jarak tempuh yang begitu jauh dari Eropa ke Hindia Belanda dan saat itu belum ada teknologi pengawetan.

Biar mereka bisa bertahan hidup di Hindia Belanda akhirnya pria-pria belanda ini mengawini wanita pribumi yang masa itu dikenal dengan sebutan “Nyai,”  Atas jasa para Nyai-nyai inilah para pria belanda mulai terbiasa memakan masakan pribumi.

Setelah Terusan Suez dibuka tahun 1869 gelombang orang Eropa yang datang ke Hindia Belanda semakin besar. Hal ini membuat suatu perubahan besar bagi kehidupan mereka di negeri jajahan, khususnya dalam hal kebiasaan makan. Mereka pun menjadi lebih sering untuk makan makanan Belanda. Tapi uniknya kebiasaan makan nasi ala rijsttafel tidak mereka hilangkan. Malah orang-orang Belanda mengangkatnya menjadi lebih spesial dalam tradisi makan yang dinamakan mereka rijsttafel itu.

Rijsttafel sering digunakan untuk menjamu tamu-tamu Eropa buat nunjukin keeksotisan dan kekayaan masakan di Hindia Timur. Apalagi dengan cara penyajian lauk pauk yang disajikan berututan dan satu jenis lauk dibawa oleh satu orang jongos. Kata  Jongos sendiri berasal dari bahasa Belanda, yaitu jongen = pemuda, sedangkan oost = timur yang artinya “pemuda timur” pribumi asli. Bayangkan aja jika lauknya ada 40 macam maka bakal ada 40 jongos yang berduyun-duyun membawakan lauk pauk itu mulai dari sayuran, gorengan, sambal hingga kerupuk. Konon, kerupuk pas waktu itu adalah makanan yang mahal lho.

Terus dimana bisa makan ala Rijsttafel?

Katanya sih, pas masa kolonial, sajian rijsttafel paling bergengsi di Hindia Belanda adalah luncheon (makan siang) tiap hari Minggu di Hotel des Indes di Batavia dan Hotel Savoy Homann di Bandung, di mana nasi disajikan bersama lebih dari 60 macam hidangan. Mungkin jaman sekarang ada juga beberapa hotel yang ngadain sajian risttafel. Nah, buat yang ingin nyobain rijsttafel yang gak kalah mewah tapi dengan harga yang bersahabat bisa ikutan makan malam rijsttafel yang sering diadain oleh Komunitas Jelajah Budaya yang bertempat di Museum Bank Mandiri, Jakarta.

Acara Rijsttafel yang diadain oleh teman-teman Komunitas Jelajah Budaya ini keren abis. Suasana jaman kolonial benar-benar pengen dihadirkan di rijsttafel ini. Panitia rijsttafel biasanya mengenakan pakaian ala jaman kolonial. Begitupun dengan settingan meja tempat para peserta makan. Bertempat di sebuah aula Museum Bank Mandiri berhias gambar pemerintahan jaman dulu membuat kesan jaman kolonial terasa begitu kental.

Peserta kemudian dipersilahkan duduk di meja yang memuat kurang lebih 8 orang untuk makan bersama. Sambil menunggu peserta lain duduk di meja yang udah disediakan dan menunggu jongos-jongos yang mempersiapkan masakan, biasanya panitia bercerita tentang sejarah rijsttafel dan sejarah museum Bank Mandiri.

Akhirnya, iring-iringan jongos pun keluar. Meski berpakaian rapi ala pelayan hotel jaman dulu para jongos di acara rijsttafel Komunitas Jelajah Budaya ini membawa lauk pauk tanpa alas kaki. Satu jongos membawa satu macam masakan. Ada yang bawa sate, tempe bacem, sambal, hingga kerupuk.

Lucunya, di rijsttafel Komunitas Jelajah Budaya, iring-iringan jongos ini akan mengitari semua meja makan untuk menentukan meja mana yang akan menjadi meja pertama disuguhin hidangan. Meja pertama yang bakal disodori tergantung kata hati mereka. Wah, bikin makin laper aja nih ulah jongos-jongos ini, apalagi kalo meja kita jadi meja yang terakhir  hihihihi.

Setelah menunggu beberapa saat, para jongos itu datang ke meja makan kita dan secara berurutan menyajikan masakan rijsttafelnya. Tanpa basa-basi para peserta langsung mengambil nasi, sayuran hingga kerupuk untuk memenuhi piring mereka. Dan hap hap hap  nyam nyam nyam sajian rijsttafel pun disantap dengan lahap. Sambil makan biasanya peserta juga dihibur oleh performance live musik bikin rijsttafel serasa makan di hotel atau restoran.

Seru kan makan ala rijsttafel ini? Buat yang lagi nyari acara makan-makan yang berbeda dan eksotis, pastinya acara Rijsttafel ini pantas kalian coba. Selamat makan!

 

Twitter: @arespendil

 

Random Thoughts

Tongsis belakangan ini telah menjadi salah satu aksesoris wajib buat mereka yang suka berfoto narsis. Namun ternyata barang keren ini ga semua orang bisa memilikinya karena alasan harganya yang lumayan cukup mahal.

Berikut beberapa inspirasi tongsis murah tapi keren abis yang bisa kamu bikin sendiri di rumah. Seperti apa? Silahkan lihat aja beberapa tongsis keren hasil kreatifitas beberapa orang berikut ini:

Buat kamu yang suka berpetualang atau pecinta alam, gaya Tongsis yang dari balok kayu ini keren juga buat lo. Selain terlihat GO Green juga membuat kamu keliatan gagah.

Nah, yang ini lain lagi. KULSIS alias Cangkul Narsis pasti cocok buat yang suka bertani atau kerja yang berhubungan dengan percangkulan.

Musim hujan atau suka jalan di bawah terik matahari, YUNGSIS atau Payung Narsis sepertinya cocok sebagai Tongsis kamu

Buat kamu pecinta kebersihan, Tongsis model ini pasti pantas buat kamu…

Punya ide tongsis murah meriah yang lebih gokil? silahkan mention aja @arespendil di twitter 😀

Tutorial, Tips and Tricks

“Taking self-portraits has never been easier!!!!”
Ya itulah alasan kenapa banyak orang yang jatuh cinta ama TONGSIS alias Tongkat Narsis. Tongsis membuat jeprat-jepret foto narsis tak hanya lebih mudah namun hasilnya boleh dikata lebih sempurna dan hebatnya bisa dilakukan sendiri tanpa minta difotoin ama orang lain sekitar kita. Dengan tongsis kita bisa say goodbye pada kalimat, “Mas, Mbak, minta tolong fotoin kita donk,” Bahkan saking nge-hits nya barang yang satu ini sampai-sampai beberapa waktu lalu sempat beredar foto heboh Ibu Ani Yudhoyono udah pake Tongsis juga.

Saking nge-hits nya Tongsis juga ga luput dari liputan tipi swasta:
Lalu apa itu sebenarnya Tongsis dan bagaimana si Tongsis ini digunakan?
Bagi orang yang suka traveling atau bikin video blogging pastinya udah gak aneh lagi dengan barang yang satu ini. Boleh dikata ini adalah “gadget” wajib buat mereka. Tongsis basic-nya adalah sebuah self-portraits monopod. Dengan self-portrait monopod para traveler atau video blogger bisa mengambil foto mereka sendiri tanpa harus repot-repot minta difotoin ama orang. Masuk akal juga karena para traveler seringkali jalan-jalan sendirian ke tempat-tempat yang jarang orang lain ada di sana.
Berbeda dengan saudaranya yang lain, tripod, self-portraits monopd emang punya kelebihan lain. Selain angle kameranya yang bisa banyak variasi (top angle, low angle, frontal dsb) juga enak buat ngambil video wajah kita sambil berjalan.
Lalu kapan barang ini mulai muncul? Kalo dari bentuk desain screw nya sih kayaknya self-portraits monopod lahir setelah banyak orang pake kamera digital terutama kamera pocket. Meskipun ada juga orang yang pake monopod ini pake kamera DSLR karena screw buat masangin ke mounting hole kamera dengan ukuran standar seperti tripod pada umumnya.
Karena display/monitor kamera digital pada umumnya cuman ada di belakang kamera, untuk membantu orang melihat layar monitor sampai ada yang bikin kaca spion khusus juga lho! Jadi orang bisa melihat angle yang pas dan gak buang waktu trial and error buat ngambil framing yang pas.
Jaman pun mulai berubah, ketika handphone udah mulai ada kamera-nya. Ditambah dengan booming nya social media seperti facebook, twitter, instgram hingga Path yang memungkinkan orang berbagi foto dan video. Dengan fasilitas kamera di handphone orang-orang bisa secara langsung mengupload dan berbagi foto mereka ke aplikasi socmed tanpa harus transfer dulu gambar ke komputer/laptop seperti halnya kamera digital biasa (sekarang sih udah ada jg kamera digital yang bisa langsung upload gambar ke dunia maya).
Meski kameranya udah canggih tapi ternyata masih ada kelemahannya. Yaitu ketika kita mau foto narsis rame-rame pake henpon, angle nya gak bisa lebar dan leluasa karena tangan kita panjangnya terbatas. Mau gak mau kita minta bantuan ama orang lain di sekitar kita. Dan hasilnya tentunya kadang memuaskan kadang yaaa harus disukuri apa adanya.
Untungnya lahirlah benda bernama TONGSIS, si tongkat narsis, dimana self-portraits monopod yang bisa dipasangin handphone karena sudah dilengkapi oleh sebuah device holder yang bisa ditempati henpon. Dunia narsis pun terasa semakin sempurna karena dengan tongsis kita gak harus ngeribetin orang lain minta motoin kita selain itu angle foto kita pun bisa dieksplorasi lebih banyak.
Lalu gimana cara menggunakan tongsis?
Karena tongsis terdiri dari dua bagian yaitu tongkat dan device holder, pertama kali yang harus dilakukan adalan memasangkan device holder ke ujung tongkat. Holdernya ada yang ukuran buat iPhone (lebar HP 5-7cm) ada juga yang ukuran segede Galaxy Note (lebar HP 7-9cm). Mungkin ada juga holder yang bisa buat tablet segede iPad. Cara masangin device  holder sama kayak masangin kamera digital ke skrup tripod.
Setelah device holder terpasang kuat, tempatkan henpon sampai tercengkram dengan baik oleh holder tersebut. Atur sudut holder sesuai dengan kebutuhan. Putar sekrup pinggir holder untuk mengendorkan dan mengunci leher tongkat.
Setelah henpon tercengkram secara sempurna, masuk ke aplikasi kamera henpon dan pilih front camera (kalo yang ada front cameranya hehehe).
Setelah display muncul panjangkan batang tongsis sesuai kebutuhan, kemudian carilah angle yang paling oke.
Kalo angle oke didapat, set timer di kamera henpon. Dan sehabis tombol shutter dipencet kembalikan henpon ke posisi dimana angle yang sebelumnya kita udah dapet.
Atur pose tubuh… Pasang senyum, posisi alis, posisi bibir, sesuai template kamu dan… JEPRET!!! Foto narsis kamu pun jadi.
Nah, biar hasil foto narsis kamu keliatan lebih kece dan natural salah satu tips nya adalah jangan sampai tongkat narsis-nya masuk frame alias ikutan kefoto. Kecuali kalo kamu emang pengen nunjukin foto itu diambil pake tongsis.
Buat yang gak mau ribet-ribet setting timer di kamera HP kamu juga bisa gunain TOMSIS alias TOMBOL NARSIS atau disebut juga PENSIS alias PENCETAN NARSIS. PENSIS atau TOMSIS ini adalah remote shutter buat kamera. Dia punya jack ukuran 3.5mm sama kayak jack headphone/earphone. Cara pakainya cukup dicolokin ke lobang buat headphone/earphone. Abis itu masuk ke applikasi kamera dan tinggal pencet tombolnya aja kalo angle foto udah oke. Sayangnya PENSIS atau TOMSIS jenis kayak gini cuman bisa di iPhone. Pas di cobain di HP Android, ga semua HP compatibel dengan PENSIS. TIPS-nya: Cobain dulu HP-nya kompatibel apa nggak ama TOMSIS/PENSIS, jangan sampai udah beli ternyata ga kompatibel hehehe.
Terus buat yang ga mau ribet keliwiran sama kabel, ada juga TONGSIS yang udah dilengkapi dengan bluetooth. Jadi tinggal set koneksi bluetooth di hape dan Tongsis abis itu tinggal pencet deh tombol shutter yang ada di gagangnya. Model Bluetooth ini kalo HP nya Android, OS nya harus versi 3.0 ke atas.
Cara gunain Tongsis bluetooth, pertama kali harus mengkoneksikan HP dengan Tongsis. Aktifkan fitur bluetooth di HP kemudian aktifkan juga bluetooth di Tongsis.
Setelah itu, klik “Search for Devices” di setting bluetooth HP (jika bluetooth tongsis tidak terdeteksi secara otomatis) sampai bluetooth di Tongsis terdeteksi.
Setelah HP dan Tongsis terkoneksi, masuk ke aplikasi kamera. Setelah angle yang diinginkan didapat, klik tombol shutter yang ada di Tongsis dan jepreettt.. jadi deh fotonya.
Buat yang gadget freak ada juga yang lebih canggih nih, Wireless Remote Shutter. Kayak kunci mobil jaman sekarang. Buat jepretin kamera tanpa harus set timer di hape, cukup pencet tombol dari jarak yang agak jauh. Biasanya kalo yang kayak gini suka dipake ama orang yang masih pake tripod.
Tentunya kalo pake PENSIS/TOMSIS dan TONGSIS yg ada Bluetooth-nya lebih mahal ketimbang Tongsis biasa karena harus merogoh kocek lebih. Asalkan bisa memaksimalkannya dengan baik, TONGSIS standar pun udah cukup kok buat nemenin acara foto-foto narsis kamu.
DIMANA BISA DAPETIN TONGSIS ORIGINAL?

HATI-HATI buat yang lagi nyari Tongsis. Dengan semakin nge-hits tongsis banyak lapak-lapak gak jelas bermunculan. Lumayan banyak pembeli yang kena tipu oleh online shop yang tidak bertanggung jawab.

Buat yang lagi nyari Tongsis Original dan Tongsis Original Pro disarankan untuk beli di Kaskus, Toko Bagus, atau forum jual beli lainnya dengan online shop atau gadget shop yang sudah terpercaya.

Buat yang lagi nyari Tongis atau Pensis berikut beberapa produk yang bisa dijadiin bahan pertimbangan:
PENSIS PRO
PENSIS PRO alias PENCETAN NARSIS PROFESIONAL, PENSIS yang udah gak pake kabel lagi alias wireless. Lebih praktis buat ambil foto selfie, tinggal plug and play.
CARA PAKAI: Tinggal pasangin di lobang buat headphone, atur angle HP dan pencet deh tombol di remote control-nya. Gak usah ribet nge-set self timer lagi.
Support buat iPhone/iPad Mini/iPod Touch dengan OS minimal iOS 5. Jarak maksimal jangkauan 5 meter.
PENSIS PRO cocok digunakan sebagai pelengkap TONGSIS STANDAR atau foto selfie pake tripod.
TONGSIS ORIGINAL STANDAR:
Satu set Tongsis Original terdiri dari satu monopod dan satu hokder device. Holder device bisa pilih sendiri sesuai dengan HP kamu. Ada holder device yang buat HP seukuran iPhone (lebar 5-7cm) ada juga buat buat HP seukuran Galaxy Note (lebar 7-9cm, Holder-nya lebih gede dari yang ukuran iPhone).
 

 

TONGSIS ORIGINAL PRO

Di awal taun 2014, vendor Tongsis Original ngeluarin produk barunya nih. Namanya Tongsis Original Pro.

Tongsis Original Pro ini sudah dilengkapi bluetooh jadi tidak perlu set timer di aplikasi kamera HP, tinggal koneksiin HP dan Tongsis lewat bluetooth dan klik tombol di batang tongsis buat ambil foto.

Satu set TONGSIS ORIGINAL PRO terdiri dari 2 buah holder device. 1 holder device bisa buat HP dengan lebar 5-7cm (buat HP sebesar iPhone) dan 1 holder device buat HP dengan lebar 7-9 cm (buat HP sebesar Galaxy Note, S4). Selain itu udah dilengkapi kabel charger buat nge-charge bluetooth-nya.

Tongsis Original Pro ada dua jenis, Tongsis Orginal Pro for iPhone dan Tongsis Original Pro for Android.

Info lanjut dan pemesanan Tongsis Original bisa langsung kontak: pekilav via LINE

PERHATIAN!!!! TROUBLESHOOTING TONGSIS PRO FOR ANDROID PHONES

Untuk beberapa HP Android setelah bluetooth Tongsis Pro terkoneksi dengan HP, tapi ketika masuk aplikasi kamera bawaan, ketika tombol shutter di Tongis Pro ditekan bukannya klik shutter kamera tapi jadi fungsi lain. Pada beberapa kasus Tongsis Pro ketika di klik tombolnya ternyata malah jadi tombol naikin volume atau zoom in-out fokus kamera.

Jika masalah ini terjadi coba rubah setting kamera. Caranya masuk setting kamera:

Kemudian di bagian volume key ubah menjadi The Camera Key:

Namun kalo setting kameranya tidak ada fitur untuk mengatur tombol volume menjadi tombol kamera  salah satu solusinya adalah menginstall aplikasi bernama: kjstar365. Untuk download aplikasinya KLIK DI SINI

Setelah aplikasi didownload di HP kamu, install seperti menginstall aplikasi biasanya. NOTE: karena ini bukan didownload dari Google Play maka kamu harus menginstall aplikasi kjstar365 secara manual.

Setelah aplikasi kjstar365 berhasil diinstall, aktifkan bluetooth di handphone baru kemudian aktifkan bluetooth di Tongsis Pro. Masuk ke bluetooth setting di handphone dan klik kjstar buat mengkoneksikan bluetooth di HP dan Tongsis Pro. Bila KJSTAR tidak terdetek, klik search device, sampai kjstar terkonek.

Nah, kalo bluetooth HP dan Tongsis Pro berhasil terkoneksi, baru masuk ke aplikasi kjstar365. Tampilam homescreen nya kayak gini (kathrok ya tampilannya? maklum aplikasi buatan china hehehe)

Untuk masuk ke kamera klik ICON CAMERA di atas gambar tangan yang pegang tongsis, nanti akan masuk ke aplikasi kamera kjstar365 dengan tampilan seperti ini:

Kalo udah masuk, klik aja tombol di Tongsis Pro buat foto. Jadi deh foto narsisnya…

PERHATIAN!!!! Sejauh ini hasil tes kami HP Lenovo S880, Lenovo P780, HTC One X  tidak support untuk bluetooth Tongsis Pro MESKI SUDAH DIINSTALL aplikasi kjstar365. Ada baiknya jika mau membeli Tongsis Bluetooth untuk Android dicoba dulu agar gak menyesal udah beli ternyata HP nya gak support/kompatibel dengan sistem bluetooth di Tongsisnya.

Selamat bernarsis ria!

 

Ares Pendil

Random Thoughts

Kalo kamu suka Electronic Music Dance (EDM) pastinya tahu minimal pernah denger genre-genre kayak House, Trance, Techno, hingga Dubstep. Tapi tahu gak ada sebuah aliran musik dugem yang katanya asli Indonesia dan udah mulai merambah ke Jepang? Orang sering bilang musik ini dengan sebutan FUNKOT alias Funky Kota, atau juga suka disebut House Kota.

 

Nah video ini adalah salah satu bukti kalo FUNKOT udah merambah Jepang. Seorang DJ Jepang bernama DJ Jet Baron, membawa FUNKOT dari tempat kelahirannya di sekitar Glodok Jakarta ke Negeri Sakura. Lagunya yang berjudul “FUNKOT ANTHEM” yang menceritakan tentang FUNKOT bener-bener ajib! Cekidot aja, Gan!

DJ Jet Baron di Acid Panda Cafe, Jepang

Apa itu Funkot? Banyak yang bilang aliran musik ini dipelopori oleh sebuah Club di Jakarta bernama Millenium. Di awal taun 2000 an para remixer Indonesia mulai bereksperimen dengan beat alhasil jadilah Electro Music Dance yang berbeda dari genre yang lain terutama yang ada di luar Indonesia. Dari sini genre baru ini mulai menyebar dan lambat laun jadi nge-hits di club-club sekitaran Kota.

 

Tapi kenapa aliran ini dinamain Funky Kota atau House Kota, bukan Funky Indonesia atau House Indonesia? Hmmm…. Kasus penamaan bisa jadi hampir mirip dengan kasus asal muasal penamaan buyutnya Funkot itu sendiri yaitu House Music.

Konon kenapa musik ajeb-ajeb dinamain House Music, karena musik kayak gini dulu di awal tahun 80an diperkenalkan dan sering diputer oleh DJ Frankie Knuckles di sebuah nightclub di Chicago bernama The Warehouse. House music sendiri lahir setelah dance music yang nge-hits di tahun 70an hingga 80an awal, yaitu Disco, hancur luluh lantah tak bersisa sehabis sebuah peristiwa bertajuk Disco Demolition Night. Dari situlah orang kemudian menyebut dance music yang berbeda dengan Disco, Electro pop, Italo Disco, Electro Funk tersebut dengan sebutan “House Music”

Setali tiga uang, dengan penamaan Funkot atau House Kota. Ini karena dulu cuman club atau diskotek sekitaran wilayah Kota (dari Harmoni hingga sekitaran Mangga Besar) yang banyak muterin lagu kayak gini. Soalnya club di sekitaran Jakarta Selatan (Kemang, Senayan dan sekitarnya) banyak yang “mengharamkan” musik kayak gini nongol di dance floor mereka.

Sayangnya meski udah merambah Jepang, kepopuleran Funkot di tanah kelahirannya, Jakarta, mulai memudar. Di tahun 2014an udah mulai jarang club-club besar sekitar Kota yang masih memainkan Funkot di dance floor mereka.

Ada yang bilang alasan kenapa Funkot mulai ditinggalkan karena musiknya udah ga jelas. Udah kebanyakan unsur dangdut. Memang sih di tahun 2000an muncul aliran Dangdut Koplo yang dimotori oleh musisi dangdut Pantura Jawa Timur. Dangdut Koplo ini merupakan mutasi dari Musik Dangdut setelah Era Dangdut Campursari yang bertambah kental irama tradisionalnya dan dengan ditambah dengan masuknya Unsur Seni Musik Kendang Kempul yang merupakan Seni Musik dari daerah Banyuwangi Jawa Timur dan irama tradisional lainya seperti Jaranan dan Gamelan.

Dengan kesuksesan Funkot memecagkan dance floor, nampaknya menginspirai musisi dangdut untuk memasukan unsur Funkot ke dangdut tertutama Koplo yang beat nya kenceng kayak Funkot. Di tahun 2006an, SMS, lagu dangdut yang mengadopsi gaya Funkot meledak dan menjadi fenomena. Selepas itu makin banyak lagu-lagu dangdut yang diaransemen dengan gaya Funkot seperti lagu Cinta Satu Malam yang juga jadi top hits. Kayaknya dari lagu SMS lah yang membuat sound khas Funkot merambah jalur mainstream yang tadinya boleh dibilang sebagai music underground yang dimainkan di club-club saja.

Namun kesuksesan lagu SMS atau Cinta Satu Malam membuat Funkot dimata orang awam menjadi identik dengan dangdut. Bahkan mereka menyebut Funkot sebagai musik Pantura.  Selain itu banyaknya remixer yang me-remix lagu-lagu pop Indonesia dan memasukkan unsur dangdut dipercaya beberapa DJ menjadi alasan lain kenapa Funkot mulai kehilangan kharisma dan secara sound dinilai gak asik lagi di mata para DJ dan club-club besar sekitaran Kota. Lambat laun kejayaan Funkot pun mulai memudar di dance floor club.

Meski Funkot udah mulai banyak ditinggalkan, namun genre baru yang boleh dibilang anak dari Funkot muncul. DJ dan anak dugem Kota biasanya nyebutnya dengan Breakbeat. Meski dinamain genre breakbeat tapi gaya musik breakbeat yang satu ini berbeda dengan breakbeat yang ada di luaran sana, makanya ada yang nyebut juga genre ini dengen sebutan Breakbeat Kota. Ada yang bilang Breakbeat Kota adalah Funkot yang dipelanin temponya karena secara pola beat hampir sama cuman temponya lebih pelan.

Seiring dengan memudarnya kharisma Funkot, kini Breakbeat ala Kota mulai mengambil hegemoni Funkot di club-club sekitaran Kota dan beberapa daerah di Indonesia. Dan gak tau akan bertahan sampai kapan….

Ya udah, gitu aja dulu ya cerita tentang FUNKOT nya mendingan sekarang langsung goyang aja. Eh, sebelum goyang ada yang lupa… “DJ matiin lampunya sebentar dooooooooong!!!!”

Tariiiiik mang!

 

Buat yang tahu info lebih dan mau meluruskan sejarah tentang FUNKOT silahkan mention aja gue @arespendil di twitter.