Random Thoughts

Produknya sama-sama kopi. Pesannya sama-sama ingin membangkitkan negeri. Tapi cara komunikasinya berbeda.

Kopi Kapal api mengambil cara serius dan grande, sementara iklan kopi asal Thailand, D7 Coffee, ngambil cara komedi khas iklan-iklan konyol Thailand.  Dan bagi gue, kedua iklan ini emang keren.

Yuk Ngopi!

 

Ares Pendil – Follow On Twitter: @arespendil

Portfolio

More photos visit arespendil on Flickr

 

Membaca adalah jalan…

untuk mengambil hikmah,
dari setiap tanda-tanda kekuasaan-Nya.
untuk menyelami pelajaran,
di luas lautan ilmu-Nya.

Membaca adalah cahaya…

untuk membuka mata
tentang hakikat diri sebenarnya

—-

Jakarta, Agustus 2011 – Ares Pendil

(puisi ini pernah ditayangkan di iklan Ramadhan PAN tahun 2011)

Tutorial, Tips and Tricks

Lagi bingung nyari headphone atau earphone yang cocok buat kamu? Nah mungkin beberapa tips di bawah ini bisa membantu kamu buat nentuin pilihan beli handphone yang mana, mulai dari milih desain sampai sisi teknisnya biar pas sesuai dengan yang kamu butuhin.

Oke, kita mulai dari yang gampang kita liat yaitu desain headphone. Secara umum, headphone punya beberapa model seperti model over the ear atau circumaural yang menutupi seluruh telinga, model supra aural atau on ear yang menempel dan menekan daun telinga, model earphone seperti earbuds yang cuman menempel di depan lubang telinga dan model in ear yang masuk ke lubang telinga. Mana yang paling oke di antara tiga model itu? Jawabannya udah pasti tergantung dari kebutuhan.

Circumaural/Over the Air Headphone
Supra Aural / On Ear Headphone
Earphone/Ear buds Headphone
In-ear Headphone

 

Buat yang suka dengerin musik/audio hingga berjam-jam, menurut pengalaman pribadi sih model over ear lumayan nyaman. Itu karena model over ear bantalannya mengelilingi daun telinga kita berbeda dengan model supra aural dimana speakernya nempel dan menekan daun telinga. Nah lama-lama kalo pake headphone yang model supra aural, daun telinga suka pegel alhasil dengerin musik pun jadi kurang asyik lagi. Model earbuds pun kalo pakenya lumayan lama, daerah sekitar lubang telinga suka pegel, malah kadang bisa mengakibatkan daerah sekitar telinga lecet. Makanya beberapa pabrikan suka nyertain earplug dari busa atau karet. Selain buat melindungi pendengaran juga bisa melindungi kulit telinga lecet dari gesekan dengan earphone.

Buat diajak jalan-jalan atw hangout, model over ear emang kece. Bikin penampilan tambah stylish, kayak DJ gituh. Walau kadang banyak juga orang bilang lebay kalo pas jalan/nongkrong pake headphone yang segede bagong gituh. Tapi kalo buat olahraga atau aktivitas yang lebih aktif seperti jogging atau sepedaan, secara pribadi gue lebih suka pake model earbuds. Selain lebih praktis dan ringan dari segi style juga banyak yang keren.

Sedangkan kalo buat dengerin musik sambil tiduran, secara pribadi, model earbuds atau in ear lebih nyaman. Apalagi model in-ear karena punya noise isolation yang oke punya, dimana mampu mereduksi bising dari luar, sangat pas kalo dipake di tempat-tempat yang bising misalkan saat di pesawat. Gue sendiri kadang pake in ear headphone biar ngebantu bisa tidur pas lingkungan sekitar lumayan berisik.

Model headphone dengan noise isolation yang bagus juga sering digunakan oleh para musisi dan audio engineer buat monitoring musik atau audio. Model in-ear dan over ear adalah model yang paling banyak digunakan oleh para profesional. DJ kebanyakan pakei model over ear untuk monitoring lagu, walaupun ada juga yang pake model in ear seperti DJ Laidback Luke.

Setelah disinggung dari sisi model, nah sekarang kita coba bahas dari sisi yang lebih teknis. Oke karena di atas udah sedikit disinggung tentang noise isolation, kita obrolin dulu yang satu ini. Headphone punya kemampuan untuk mengisolasi suara dari lingkungan sekitar. Kemampuan ini sering ditulis di spesifikasi dengan sebutan ISOLATION dengan dB sebagai ukurannya (biasanya dalam negatif). Headphone dengan model In ear yang masuk ke canal telinga bisa menurunkan noise hingga -20dB, sedangkan model circumaural/over ear bisa mencapai -12dB. Kebanyakan model ear buds tidak begitu banyak bisa menangkal noise dari sekitar kita.

Frequency Response. Ini yang menentukan kaya tidaknya sebuah headphone menghasilkan suara. Frequency Response adalah sebuah ukuran seberapa lebar rentang frekuensi suara yang bisa dihasilkan oleh sebuah headphone. Rentang pendengaran manusia berkisar antara 20Hz (deep bass) sampai 20kHz (very high notes). Sebuah headphone bisa menghasilkan suara seminim 5Hz hingga melampaui 45kHz. Dari sini kita bisa tau headphone dengan 10Hz-27000Hz pasti lebih kaya daripada yang 20Hz-20000Hz. Apalagi kalo denger musiknya High Quality, was pasti detail-detailnya lebih kedengeran.

Impedance. Ini menunjukan resistensi/tahanan yang dimiliki sebuah headphone. Dikatakan memiliki tahanan rendah kalo headphone itu impedance nya berkisar antara 15 ohms to 150 ohms. Sedang yang impedance nya tinggi kalo memiliki ukuran lebih dari 150. Headphone dengan impedance yang rendah antara 11 ohms sampai 75 ohms dapat mengeluarkan suara yang kencang dari sebuah portable player. Tapi kalo impedance-nya tinggi kalo pengen suaranya keluar kenceng dibutuhin voltase yang lebih gede juga, dan biasanya butuh amplifier headphone.

Salah satu ukuran yang mempengaruhi keras tidaknya suara yang dikeluarkan oleh headphone adalah SENSITIVITY/SOUND PRESSURE LEVEL. Sound pressure biasanya menggunakan satuan desibel. Semakin tinggi angkanya semakin sedikit daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan suara yang kencang. Headphone dengan sensitivity 100dB bisa mengeluarkan suara kencang tanpa perlu daya yang cukup gede. Sedangkan headphone dengan sensitivity rendah biar bisa kenceng biasanya kudu pake amplifier.

Yup kira-kira itu beberapa pengetahuan dasar yang bisa dijadiin pertimbangan buat milih headphone/earphone yang cocok buat kebutuhan kamu. Memang gak semuanya dibahas secara detail tapi mudah-mudahan bisa ngebantu buat dijadiin panduan beli handphone.

Selamat berburu headphone!

 

Sumber: pengalaman pribadi dan googling sana-sini.